Belum Sempat Membersihkan Sampah Daun Kering

BANYAK sekali sampah daun kering berserakan di halaman omah kulon saya, rumah yang tak dihuni tetapi sering disambangi.

Daun-daun itu berguguran sejak sebelum Lebaran hingga sekarang, hampir sepekan atau tepatnya enam hari setelah Lebaran. Sampai hari ini belum ada yang membersihkan.

Biasanya, tiap dua hari beberapa pekerja warung makan istri saya menyapu dan membersihkan halaman rumah itu, dengan tambahan bayaran esktra.

Namun sejak dua hari sebelum Lebaran istri saya tak menugasi karyawannya membersihkan halaman omah kulon. Penyebabnya, istri saya dan semua karyawannya fokus mengurusi kedai yang mulai ramai pembeli setelah sebelumnya, hampir sebulan, sejak awal bulan puasa, klunthing — nyaris tanpa pembeli.

Lalu saat Lebaran semua karyawan resto istri saya libur, sebagian di antaranya mudik ke daerah asal mereka di Kabupaten Wonogiri dan Purwodadi, Jateng, dan Gunung Kidul, DIY.

Sehari setelah Lebaran sebagian karyawan masuk tapi tak ada yang bersih-bersih omah kulon karena sibuk menyiapkan pembukaan warung untuk keesokan harinya.

Dua hari setelah Lebaran hampir semua karyawan sudah masuk tapi tenaga mereka sejak pagi dibutuhkan untuk mengatasi membeludaknya pembeli yang datang ke warung makan istri saya. Hingga hari ini.

Maka tak heran bila tumpukan sampah daun kering sangat banyak hingga hari ini, karena memang belum ada yang sempat membersihkan.

Kemarin soal sampah gogrokan daun kering ini sudah saya sampaikan ke istri, dan dia bilang tak masalah halaman rumah barat itu kotor untuk sementara waktu. Toh rumah tersebut tidak dihuni.

Mengko Senen opo Seloso ben diresiki. Saiki bocah-bocah ben fokus urusan warung sik wae,” katanya.

Maksud istri saya, sekarang para karyawan kedai biar fokus mengurusi kedai, sampah nanti biar diurusi karyawan pada Senin besok atau Selasa lusa.

Yo, oke, siap,” ujar saya menjawab istri.

2 tanggapan untuk “Belum Sempat Membersihkan Sampah Daun Kering

    1. Bukan gang buntu, Paman. Itu bagian (halaman) dari omah kulon.

      Bentuk tanahnya huruf L. Halamannya jadi kayak jalan masuk karena memanjang.

      Ha monggo, kapan-kapan menginap.😁

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s